Stres Tingkatkan Resiko Gastric Ulcers

Stres telah lama diimplikasikan dalam perkembangan banyak gangguan misalnya, penyakit jantung, asma, dan depresi (Miller & Blackwell, 2006). Keterlibatan Gastric Ulcers saat ini menjadi perhatian khusus para peneliti karena terobosan mutakhir dalam pengidentifikasian sebuah mekanisme yang mempunyai kontribusi pada Gastric Ulcers. Gastric Ulcers (borok lambung atau istilah populernya di Indonesia “sakit mag”) adalah lesi yang menyakitkan pada lapsan lambung dan duodenum (Usus dua belas jari), yang dalam kasus ekstrim dapat mengancam jiwa. Di Amerika Serikat saja, sekitar 500.000 kasus baru dilaporkan setiap tahunnya. Gastric Ulcers lebih lazim terjadi pada orang yang hidup dalam situasi yang stressful, dan stresornya (misalnya, dikurung selama beberapa jam) dapat menghasilkan Gastric Ulcers pada hewan-hewan laboratorium.

Selama beberapa dekade, Gastric Ulcers dianggap sebagai penyakit psikosomatik (penyakit fisik yang terbukti memiliki penyebab psikologis) prototipikal . akan tetapi, pandangan ini nampaknya berubah dengan dilaporkan bahwa Gastric Ulcers disebabkan oleh bakteri. Bahkan, ada klaim bahwa bakteri penyebab ulcer (borok)(helicobacter pylori) itu bertanggung jawab untuk semua kasus Gastric Ulcers kecuali yang disebabkan oleh agen-agen anti-inflamatorik nonsteroid seperti aspirin (Blaser,1996). Hal ini tampaknya menyingkirkan stres sebagai faktor penyebab dalam Gastric Ulcers, tetapi bukti-bukti yang ada menunjukan sebaliknya (Overmier & Murison, 1997).

 Tidak ada alasan untuk menyangkal bahwa H.pylori merusak dinding lambung atau bahwa penanganan antibiotik untuk Gastric Ulcers membantu banyak penderitanya. Akan tetapi, faktanya menunjukan bahwa H.pylori saja tidak cukup dapat menghasilkan gangguan itu pada kebanyakan orang.  Meskipun benar bahwa kebanyakan pasien dengan Gastric Ulcers memperlihatkan tanda-tanda infeksi H.pylori, tetapi demikian juga halnya dengan 75% subjek kontrol yang sehat. Selain itu, meskipun bernar bahwa antibiotik memperbaiki kondisi banyak pasien Gastric Ulcers, demikian juga halnya dengan penanganan psikologis dan mereka melakukannya tanpa mengurangi tanda-tanda infeksi H.pylori. tampaknya, ada faktor lain yang meningkatkan kerentanan dinding lambung untuk rusak akibat H.pylori dan faktor bersebut tampaknya adalah setres.

Sumber : Pinel John P.J. 2009. Biopsikologi Edisi 7.Pustaka Pelajar : Yogyakarta

Related Posts:

0 Response to "Stres Tingkatkan Resiko Gastric Ulcers"

Post a Comment